3 Trik Dari Investor Bodoh Yang Harus Dihindari

Spread the love

Entah karena takut atau serakah, para investor sering kali berebut untuk melakukan hal yang salah pada waktu yang salah.

Sekarang, tontonan yang termasuk dalam kategori ini dari “Trik dari Investor Bodoh” adalah ras dari investor untuk mengalokasikan lebih banyak uang untuk dana pendapatan tetap kena pajak selama (a) salah satu periode paling kuat dalam saham di dekade terakhir dan (b) waktu saat suku bunga pada tingkat terendah sejak periode Depresi Besar terjadi, serta sedang ditekan artifisial oleh para pembuat kebijakan dari  Federal Reserve.

Investor yang memasukkan uang ke dalam obligasi – dan khususnya didalam sekuritas Perbendaharaan – mengalokasikan modalnya untuk sesuatu yang jauh lebih aman dari yang mereka bayangkan sebelumnya. Bahkan jika ekonomi melemah sekali lagi, obligasi Bull Market selama 30 tahun menuju akhir – suku bunga yang sangat rendah sehingga hampir tidak ada ruang bagi mereka untuk anjlok lebih jauh, yang berarti tidak ada potensi kenaikan untuk harga obligasi. Sementara itu, bahkan tidak mulai melindungi daya beli investor, terutama dalam kasus sekuritas Perbendaharaan. Dan kemudian ada kemungkinan bahwa tingkat saham akan naik, yang mendorong laba hasil penurunan dan membiarkan investor yang telah membeli saham pada tingkat ini dengan kerugian.

Kecil kemungkinan bahwa kita akan berhasil menghilangkan semua sumber yang mungkin berasal dari kesalahan manusia dalam dunia investasi. Ini sangat mungkin bagi kita sebagai manusia – atau sebagai kelas aset – bertindak tidak sempurna. Tetapi ada kemungkinan untuk mengurangi frekuensi yang dilakukan oleh investor individu melalui salah langkah yang jelas dan mudah dihindari yang dapat berakhir dengan konsekuensi menghancurkan portofolio yang selama ini mereka bangun.

Maraknya bunga dari dana obligasi dalam beberapa bulan terakhir adalah salah satu contoh hal tersebut: Pada suatu waktu saat penasihat keuangan yang paling berpengalaman di negara bekerjasama dengan beberapa penasihat dari bangsa terkaya bersikeras bahwa mereka tidak akan menyentuh obligasi Perbendaharaan karena resiko kehilangan modal yang terlalu besar, investor biasa tampaknya tidak memiliki keraguan untuk mencurahkan uang lebih banyak ke dalam obligasi.

Beberapa trik dari para investor bodoh sebenarnya mudah dikenali, juga.

  1. Mengejar kemenangan

Salah satunya adalah keyakinan bahwa semua yang anda butuhkan adalah untuk mengindentifikasi seorang manajer berbintang – apakah anda tahu, orang yang berakhir diprofilkan di semua majalah keuangan setelah dananya berbunga 45% selama 1 tahun – dan berinvestasi bersama dia dalam rangka untuk memunculkan seorang pemenang. SALAH. Sebagai permulaannya, identifikasi manajernya hampir mustahil untuk dilakukan di muka – dan beberapa diantaranya mempertahankan sentuhan Midas selama lebih dari setahun atau dua tahun. Bahkan Bill Miller yang luar biasa, yang dimana Legg Mason Value Trust (LMVTX) mengungguli S&P 500 selama 15 tahun, akhirnya menggerutu saat melihat kemenangan beruntunnya terhenti. Dan alasan kita untuk mengetahui nama Bill Miller adalah prestasinya hampir tak tertandingi.

Bahkan, banyak dari manajer investasi yang diidentifikasi sebagai “seorang pemenang” semakin sulit baginya untuk mengungguli hal tersebut. Investor yang kebanjiran dana dengan modal baru, sulit bagi mereka untuk tetap disiplin agar bisa mendapat status “berbintang” di tempat pertama.

Ini tidak membantu dimana dana pengelolaan investasi pengambilan kecil dari angka kinerja ingin menyoroti iklan yang anda lihat di majalah atau online. Jika selama 5 tahun riwayat kinerja terlihat bagus, dan 3 tahun riwayat kinerja terlihat mengerikan maka mereka akan menyoroti pendahulunya – dan anda tidak akan melihat bahwa sosok dana yang mengesankan tergantung pada hasil yang sangat bergejolak, dengan 3 tahun mendapatkan keuntungan yang luar biasa dan 2 tahun lagi mengalami kerugian. Dana yang disebut-sebut sebagai pemain terbaik di tahun 2011 mungkin tidak pernah memegang posisi itu kembali. Namun investor masih terlalu sering menggunakan kaca spion untuk membuat dana pilihannya.

  1. Minimnya pengetahuan

Ada juga faktor kenyamanan. Jika anda bekerja dalam industri tertentu, atau memiliki teman ataupun saudara, anda dapat memberikan dirimu sebuah kredit yang lebih besar untuk pengetahuan investasi dari dirimu yang sebenarnya. Pengetahuan yang anda miliki mungkin lebih besar dibandingkan dengan pria yang sedang berjalan di luar sana – tetapi jangan seperti mereka, anda tidak memiliki suara internal yang memperingatkan anda untuk berhati-hati, dimana anda tidak ahli dibidang ini. Yang lebih penting, berhenti dan mempertanyakan asumsi anda saat dirimu percaya kepada informasi yang lebih baik. Penelitian demi penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang yang secara rutin menilai dirinya sendiri memiliki pengetahuan diatas rata-rata.

  1. Percaya pada pola

Kami menyukai pola – itulah sifat manusia. Namun pola bukanlah indicator yang dapat diandalkan. Anda tahu bahwa dirinya tidak harus melakukan panggilan investasi tergantung pada suatu pola tertentu. Tetapi banyak orang diluar sana yang akan mencari pola dalam saham yang berkapitalisasi besar dan kecil. Pola terurai dari waktu ke waktu: Lihat saja cara dunia investasi telah mengubah wajahnya selama 20 tahun terakhir, dengan munculnya negara-negara besar seperti China dan Brazil. Bagaimana anda bisa menarik kesimpulan yang masuk akal tentang nilai relatif dari mata uang Dolar, Euro dan Yuan berdasarkan tren historis?

Beberapa tips untuk menghindari trik dari investor bodoh:

  • Melihat portofoliomu dan memutuskan apakah anda masih akan membeli saham atau aset lainnya yang mengandung harga saat ini, dengan arus kas bebas yang anda miliki. Jika anda tidak bisa merasionalisasikan hal tersebut, dan tidak ada konsekuensi pajak yang mengalir dari penjualan tersebut, maka buatlah rencana untuk melakukannya.
  • Mengapa anda berencana untuk berinvestasi lebih banyak didalam obligasi? Apa karena rasa takut? Keinginan untuk mendapatkan hasil? Apakah anda benar-benar merenungan prospek masa depan, atau keputusan anda untuk berinvestasi “keputusan standar”? Pertimbangkan beberapa alternative yang mungkin anda bahwa ke dalam tujuan yang sama. Misalnya jika anda sedang mencari hasil dan keamanan, mungin dividen yang menghasilkan saham adalah solusi yang lebih baik.
  • Pertanyakan asumsi anda; ide penelitian dan tidak menarik pelatuk sampai anda merasa mampu bertindak tanpa perasaan takut atau gembira. Jika anda merasa emosi saat mengambil keputusan dalam membuka portofolio, kemungkinan besar anda berada di ambang jalur investor yang bodoh.

Itulah yang harus kalian hidari apabila pengen memulai bisnis investasi baik secara konvensional ataupun secara online. Lebih lanjutannya silahkan baca ini tentang bagaimana bisa menghasilakan 10 juta rupiah hanya dalam 1 hari saja.

Comments are closed.